Sabtu, 20 Oktober 2012

sosio


Pengertian Konflik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih(atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.

penyebab konflik

  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya.
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial.

KONFLIK SEKOLAH
Bentuk-bentuk konflikyang terjadi  di sekolah , antara lain: 
1.            Konflik Tugas (task conflict),
Konfilk tugas terjadi karena ketidaksesuaian tugas yang dijalankan tiap individu dalam sekolah dengan kemampuan, pengetahuan, pendidikan, keterampilan.
2.         Konflik Antarpersonal (interpersonal conflict).
Konflik antar personal terjadi hubungan antar individu terganggu dalam sekolah karena terdapat ketidak sepakatan personal terhadap kebutuhan dan kepentingan individu di sekolah.
3.  Konflik prosedural (procedural conflict).
Konflik prosedural terjadi ketika anggota kelompok dalam organisasi tidak sepakat tentang prosedur dalam mengatur bagaimana cara atau strategi organisasi dalam mencapai tujuan.
    1. Konflik antara guru dan siswa

    1. konflik antar pelajar




Konflik antar sekolah

Metode dalam penyelesaian konflik meliputi beberapa tahapan penyelesaian, antara lain:
  1. Pengumpulan data, mengenai data awal yang harus menjawab What ( konflik apa yang terjadi ), Who (siapa yang terlibat konflik),When (kapan konflik terjadi), Where (dimana konflik terjadi), Why (mengapa konflik terjadi), How (bagaimana proses konfilk terjadi dari awal hingga akhir).
  2. Periksa ulang pencatatan hal tersebut diatas apakah sudah lengkap atau masih ada yang terlewati
  3. Ingatlah anda bekerja untuk menghasilkan keputusan manajemen konflik.
  4. Mendengarkan dua pihak atau pihak lain
  5. Ciptakan kesan bahwa untuk menyelesaikan konflik dibutuhkan kerjasama, karena itu lakukan redefinisi konflik.
  6. Lakukan negosiasi dan kompromi untuk memilih cara menyelsaikan konflik.
  7. Kemukan bahwa kerukunan jauh lebih mahal daripada pertentangan dan konflik dalam organisasi


Cara Pengendalian Konflik dan Kekerasan

Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial, yaitu konsoliasi, mediasi dan arbitasi.

Konsoliasi
Dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak yang bertikai.

Mediasi
Dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.

Arbitasi
Dilakukan apabila kedua belah pihak sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik.

Ajudication
Cara penyelesaian konflik melalui pengadilan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar