PENGEMBANGAN
RENCANA PEMASARAN
STRATEGI
PEMASARAN
UNTUK
MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
PENGANTAR
BISNIS

DISUSUN
OLEH :
DESI
NUR DAMAIYANTI
141-600-113
PROGRAM
STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
PGRI ADIBUANA SURABAYA
LEMBAR
PENGESAHAN
Judul Makalah : Pengembangan Rencana Pemasaran
Disusun Oleh : Desi Nur Damaiyanti
Telah
Disetujui Oleh :
Dosen Mata Kuliah Pengantar Bisnis
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji
dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala rahmat dan
karunia-Nya, sehingga untuk memenuhi
tugas mata kuliah pengantar bisnis ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam penyelesaian buku
tugas akhir ini, tak lepas dari turut serta materi yang tersampaikan pada mata
kuliah pengantar bisnis. Bahasan yang saya bahas dalam penulisan tugas ini
mengenai Pemasaran, khususnya pada “Pengembangan Rencana Pemasaran”. Semoga
dengan penulisan ini dapat membuat pembaca lebih tahu mengenai seluk-beluk
kegiatan pemasaran, baik pengertian secara luas hingga strategi sukses
menjalankan kegiatan pemasaran.
Sepenuhnya saya
menyadari kekurangan yang terdapat dalam penulisan ini, dengan ketersediaan
pembaca, silahkan kritik dan saran boleh disampaikan ke
http://desi-shinepeace.blogspot.com. Terimakasih dan selamat membaca.
Penulis
Desi Nur Damaiyanti
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ISI :
1.1
PENGERTIAN PEMASARAN
1.2
HAL HAL YANG PERLU PADA PEMASARAN
1.3
FILOSOFI PEMASARAN
1.4
SIFAT DASAR RISET PEMASARAN
1.5
METODE PENGUMPULAN DATA PRIMER
1.6
PENGERTIAN PASAR TARGET POTENSIAL
1.7
UNSUR-UNSUR SUATU PASAR
1.8
VARIABEL-VARIABEL SEGMENTASI PASAR
1.9
TIPE-TIPE STRATEGI SEGMENTASI PASAR
1.10
DIMENSI ATAU UKURAN KESULITAN PERAMALAN
1.11
PROSES PERAMALAN : DUA UKURAN PERAMALAN
1.12
PERENCANAAN PEMASARAN
1.13
STRATEGI MENARIK PELANGGAN
1.14
LEGACY MARKETING VERSUS NEW WAVE
MARKETING
1.15
COMMUNICATION
1.16
VALUE OF COMMUNITY
1.17
STRATEGI BAURAN PEMASARAN
1.17.1
STRATEGI PRODUK
1.17.2
STRATEGI HARGA
1.17.3
STRATEGI TEMPAT ATAU DISTRIBUSI
1.17.4
STRATEGI PROMOSI
1.18
PENGAWASAN PROGRAM PEMASARAN
ISI
1.1
PENGERTIAN PEMASARAN
Pemasaran ( marketing ) adalah kegiatan
kelangsungan aliran barang dan atau jasa dari produsen kepada konsumen atau
pengguna ( Activities directing the flow of goods and service from producer to
consumer or user ). Philip Kotler
mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses
sosial dan manajerial dimana indiividu dan kelompok memperoleh apa yang
mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain ( A social
and managerial process whereby
individuals and group obtain what they need and want through creating
and exchanging product and value with other ).

Sesuai dengan definisi pemasaran, yaitu
kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen , menghasilkan barang dan
jasa sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan konsumen ( product ),
menentukan tingkat harga ( price ),
mempromosikan agar produk dikenal konsumen (
promotion ) , dan mendistribusikan produk ke tempat (
place ), maka tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang
dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen. Hal ini berarti bahwa
perhatian kita dalam pemasaran harus diawali dengan riset pemasaran, yaitu
untuk meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen. Pemasaran bisnis kecil
meliputi berbagai aktivitas bisinis yang berkaitan langsung dengan :
1. Mengenali
pasar target ( identifying a target market ).
2. Menetapkan
potensi pasar target ( determining target market potential ).
3. Penyiapan,
pengkomunikasian, dan pengiriman seberkas kepuasan kepada pasar target (
preparing, communicating, and delivering a bundle of satisfaction to the target
market ).
Dari
pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah upaya memenuhi
kebutuhan konsumen melalui penciptaan produk dan atau jasa yang kemudian
dinikmati atau dibeli oleh mereka yang membutuhkan melalui suatu proses
tukar-menukar. Penciptaan produk dan atau jasa tersebut didasarkan pada
permintaan dan penawaran. Kelompok pasar menurut Kasmir (2006) meliputi :
1. Pasar
Konsumen, adalah pasar di mana individu dan rumah tangga dapat membeli atau
memperoleh barang dan atau jasa untuk di konsumsi sendiri.
2. Pasar
Industri, adalah pasar di mana pihak-pihak (perusahaan) yang membeli barang dan
atau jasa menggunakannya kembali untuk menghasilkan barang dan atau jasa lain
atau disewakan kepada pihak lain untuk mengambil untung.
3. Pasar
Reseller, adalah pasar yang terdiri atas unit-unit pemerintah yang membeli atau
menyewa barang dan atau jasa untuk melaksanakan fungsi utama pemerintah, baik
pusat maupun daerah.
4. Pasar
International, adalah pasar produk dan atau jasa yang terdiri atas pasar antar
negara atau pasar international ( ekspor dan impor ).
1.2
HAL HAL YANG PERLU PADA PEMASARAN
Ada berbagai hal pada kegiatan
pemasaran, yaitu sebagai berikut :
1. Analisis
pasar adalah suatu proses penilaian yang meliputi segmentasi, riset pemasaran,
dan peramalan penjualan produk.
Dalam strategi pemasaran dipergunakan
SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, dan Treat), berikut :
a. Kekuatan
( Strength ). Perlunya calon pengusaha untuk menganalisis kekuatan diri atau
kekuatan perusahaan maupun kekuatan pesaing terdekat untuk merumuskan strategi
pemasaran yang efektif , efisien, dan tepat sasaran.
b. Kelemahan
( Weakness ). Perlunya calon pengusaha untuk menganalisis kelemahan diri dan
kelemahan perusahaan sehingga dapat dijadikan pelajaran bagi
perbaikan-perbaikan strategi pemasara yang dijalankan dan juga menganalisis
kelemahan-kelemahan pesaing terdekat agar dapat “dimanfaatkan” secara wajar
untuk keperluan bisnis.
c. Peluang
( Opportunity). Perlunya kejelian calon pengusaha untuk memanfaatkan
peluang-peluang pasar yang ada, misalnya kecenderungan selera tertentu dari
konsumen, kurangnya persediaan produk pesaing, meningkatkan daya beli
masyarakat, dan lain-lain.
d. Ancaman
( Treat ). Perlunya calon pengusaha menganalisis berbagai kemungkinan yang
dapat mengancam rusaknya strategi pemasaran yang sedang dijalankan. Ancaman ini
dapat datang dari dalam maupun dari luar, sehingga dalam hal ini betul-betul
diperlukan kewaspadaan, seperti kalimat dari BRA. Mooryati Sodibjo, “Mata yang
awas dsn kuping yang terbuka.” (1996).
2. Bauran
pemasaran adalah kombinasi produk, harga, promosi, kegiatan distribusi dan
orang (person).
Bauran pemasaran tidak dapat dilepasakan
dari evaluasi rumus P-5 ( Product, Price, Place, Promotion and Person ).
a. Product.
Produk yang dihasilakan dan hendak dipasarkan harus tampil dalam keadaan baik
atau bermutu dan mampu memenuhi atau mewakili selera konsumen. Dalam hal ini
produk ditujukan untuk konsumen pada golongan sosial ekonomi mana, apakah
masyarakat bawah, menengah atau atas. Dengan kata lain, produk mempunyai
tingkat bonafiditas tertentu sehingga konsumen meyakininya sebagai produk yang
baik dan bermutu. Selain itu juga ditonjolkan produk yang punya nilai lebih,
terutama dalam hal mutu. Nilai lebih adalah kepraktisan pemakaian serta kemasan
yang didesain dengan rapi dan menarik sehingga konsumen mengetahui apa makna
produk itu. Produk telah diolah dengan standar mutu dan jika perlu telah diuji
secara laboratoris.
b. Price.
Tinggi rendahnya harga satuan produk, antara lain dipengaruhi 3 hal utama,
yaitu biaya produksi, mutu produk, dan situasi segmen pasar. Di samping itu
jika memungkinkan, juga perlu memperhatikan faktor-faktor penting, antara lain
pesaing, daya beli konsumen dan kecenderungan selera konsumen. Dengan demikian
harga produk harus bersifat kompetitif dan relatif terjangkau oleh konsumen dari golongan sosial
ekonomi manapun.
c. Place.
Untuk pendistribusian suatu produk diperlukan kejelian untuk memilih
tempat-tempat strategis yang memiliki peluang bagus untuk pemasaran produk.
Jika mungkin perusahaan harus mampu menempatkan produk-produknya di
hypermaraket, department store, toko besar, toko ritel dan juga pasar
tradisional. Penempatan produk secara tepat akan memberikan citra ( image )
yang baik di mata konsumen, yaitu bahwa produk yang dihasilkan dapat
diandalkan.
Tingkatan-tingkatan distribusi suatu
produk :
·
Produsen → Konsumen
·
Produsen → Pengecer → Konsumen
·
Produsen → Agen Tunggal → Pengecer →
Konsumen
·
Produsen → Agen → Sub Agen → Pengecer →
Konsumen
·
Produsen → Agen → Sub Agen → Grosir →
Pengecer → Konsumen
Masing-
masing tingkatan ini memiliki konsekuensi biaya. Semakin panjang rantai distribusi, semakin mahal produk tersebut.
Semakin pendek rantai distribusi, produk akan semakin murah. Minimal karena
mampu menghemat biaya transportasi maupun biaya komisi untuk agen, sub-agen,
pengecer, dan lain sebagainya.
d. Promotion.
Mengingat betapa pentingnya citra produk yang baik dan bermutu di mata konsumen,
promosi merupakan kegiatan yang tidak dapat ditawar lagi. Perlu dilakukan
promosi secara rutin, terencana, gencar, baik berskala lokal, regional maupun
international. Kegiatan ini diprogramkan jauh sebelum waktu pelaksanaan agar
dapat mencapai sasaran. Bentuk –bentuk promosi yang dilakukan, selain
memanfaatkan media cetak maupun elektronik, juga dengan menyelenggarakan
demo/peragaan dan atau kegiatan seminar di daerah target.
e. Person.
Kegiatan pemasaran tidak akan mencapai sasarannya bila tidak ditunjang
pelaksana tugas yang berkualitas dan profesional. Itu sebabnya searah dengan
semakin ketatnya persaingan di pasar, pengusaha harus mampu menempatkan
pelaksana tugas pemasaran yang betul-betul menguasai bidangnya, termasuk
mendidik para pelaksana tugas pemasaran, minimal bagaimana customer servise dan
customer care.
1.3
FILOSOFI PEMASARAN MEMBUAT SUATU
PERBEDAAN ORIENTASI
Filosofi pemasaran yang membuat suatu
perbedaan orientasi dengan produk lain mencakup:
1. Orientasi
pada produksi. Menekankan pengembangan efisiensi produk dan produksi melebihi
kegiatan lainnya.
2. Orientasi
pada penjualan. Memperlakukan penjualan produk melebihi efisiensi produksi dan
prefensi atau pilihan konsumen.
3. Orientasi
pada konsumen. Seluruh upaya pemasaran berawal dan berakhir pada konsumen,
berfokus pada kebutuhan konsumen. Filosofi ini paling konsisten dengan sukses
jangka panjang perusahaan.
1.4
SIFAT DASAR RISET PEMASARAN
Sifat dasar riset pemasaran mencakup :
1. Riset
pemasaran. Pengumpulan, pengolahan, pelaporan, dan interpretasi informasi
pasar.
2. Data
sekunder. Informasi pasar yang telah dihimpun sebelumnya oleh pihak lain.
3. Data
primer. Informasi pasar baru yang dikumpulkan oleh pengusaha yang melaksanakan
riset.
4. Tahapan
dalam proses riset pemasaran. Pengenalan berbagai kebutuhan informasi, seperti
:
a. Mengapa
kita butuh mengetahuinya?
Pencarian atau pengumpulan informasi /
data sekunder.
b. Siapa
yang sudah meneliti topik-topik yang ada sebelumnya?
Pencarian atau pengumpulan data primer.
c. Siapa
yang kita tanya dan apa yang kita tanyakan kepada mereka?
Penafsiran/interpretasi data.
d. Informasi
yang diperoleh, sekarang apa artinya bagi perusahaan?
Untuk pengambilan keputusan strategi
pemasaran ke depan.
1.5
METODE PENGUMPULAN DATA PRIMER
Metodre pengumpulan data primer meliputi
berbagai metode berikut :
1. Metode
observasi
a. Manusia
b. Mekanika
(yang berhubungan dengan mesin)
2. Metode
yang mengandung pertanyaan
a. Survey
dapat dilakukan melalui surat dan atau telepon
b. Wawancara
individu
c. Pengalaman-pengalaman
1.6
PENGERTIAN PASAR TARGET POTENSIAL
Pengertian pasar target potensial
meliputi :
1. Pasar,
adalah sekelompok konsumen atau para konsumen potensial yanga memiliki daya
beli dan berbagai kebutuhan yang tidak terpuaskan.
2. Strategi
fokus, suatu tipe strategi bersaing di mana strategi biaya dan pemasaran
dicapai dengan segmen-segmen pasar yang sempit atau terbatas.
3. Segmentasi
pasar, pembagian suatu pasar ke dalam beberapa
kelompok yang lebih kecil dengan kebutuhan-kebutuhan yang mirip.
4. Bautran
pemasaran, pembagian suatu konsep pasar yang dikembangkan berdasarkan model-model
pemasaran yang ada.
5. Penelitian
dan pengembangan pasar, meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen, berapa
jumhanya, bagaimana daya belinya, di mana tempat para konsumennya, dan berapa
permintaannya, semua merupakan informasi penting bagi pemasaran.
1.7
UNSUR-UNSUR SUATU PASAR
Unsur-unsur suatu pasar meliputi :
1. Konsumen,
bisa orang atau industri atau bisnis. Unsur pertama, pasar produk atau jasa
adalah konsumen langsung, orang atau dunia industri yang memanfaatkan langsung.
2. Daya
beli ( cash atau kredit ). Unsur kedua adalah daya beli. Bagaimana daya beli
konsumen, membeli secara cash ataukah kredit.
3. Kebutuhan-kebutuhan
yang tidak terpuaskan. Unsur ketiga adalah pemenuhan kebutuhan yang tidak
terpuaskan.
1.8
VARIABEL-VARIABEL SEGMENTASI PASAR
Variabel-variabel segmentasi pasar
meliputi :
1. Variabel-variabel
segmentasi. Berbagai parameter biasanya untuk membeda-bedakan satu bentuk
perilaku pasar dari lainnya demi tujuan pembagian menjadi ruas-ruas pasar.
2. Variabel-variabel
kepentingan. Karakteristis/sifat-sifat khas yang membedakan segmen-segmen pasar
sesuai kepentingan yang nampak.
3. Variabel-variabel
demografis. Sifat-sifat khas yang menggambarkan berbagai konsumen dan kekuatan
daya beli mereka.
1.9
TIPE-TIPE STRATEGI SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar ( market segmentation )
merupakan strategi pemasaran yang sangat terkenal bagi usaha yang baru. Pada
strategi ini produk dipasarkan berdasarkan segmennya. Misalnya segmentasi
berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, usia, tingkat pendapatan dan sebagainya.
Tipe-tipe strategi segmentasi pasar
meliputi :
1. Strategi
tak tersegmentasi (pemasaran massal). Strategi untuk mendefinisikan pasar total
sebagai pasar target.
2. Strategi
multisegmentasi. Strategi untuk mengenali pilihan perbedaan segmen pasar perseorangan
dan mengembangkan bauran pemasaran unik
masing-masing.
3. Strategi
segmentasi tunggal. Strategi untuk mengenali keberadan beberapa segmen yanga
berbeda tetapi berfokus pada segmen yang paling menguntungkan.
4. Ramalan
penjualan. Ramalan seberapa banyak ( dalam unit dan atau satuan uang ) atas
produk atau jasa yang akan dibeli dalam suatu pasar selama periode waktu
tertentu. Unsur penting rencana bisnis, yaitu :
a. Menaksir
atau menilai kelayakan usaha baru
b. Membantu
dalam perencanaan produk, schedule, penetapan tingkat persediaaan, dan
keputusan personel.
1.10
DIMENSI ATAU UKURAN KESULITAN PERAMALAN
Dimensi-dimensi ukuran kesulitan
peramalan mencakup :
1. Keadaan
yang membuat mudah dalam peramalan
a. Bisnis
yang sudah mapan.
b. Usahawan/manajer
telah memiliki pengalaman.
c. Usahawan
telah memahami teknik-teknik peramalan yang baik.
2. Kondisi
yang membuat lebih sulit dalam peramalan
a. Usaha
yang masih baru atau pemula.
b. Keterbatasan
dalam kaitannya dengan usaha/pengalaman kepemimpinan yang minim.
c. Miskin
pengetahuan atau teknik-teknik peramalan tidak atau belum dikuasai.
1.11
PROSES PERAMALAN : DUA UKURAN PERAMALAN
Dua ukuran proses peramalan mencakup :
1. Titik
peramalan
a. Proses
rinci (metode ikatan atau mata rantai rasio). Peramalan diawali daengan
varibael tingkat makro dan mengerjakan peramalan penjualan (dari atas ke
bawah).
b. Proses
membangun. Seluruh pembeli potensial di berbagai sub pasar dikenali dan
kemudian perkiraaan permintaaan ditambahkan (dari bawah ke atas).
2. Variabel
peramalan
a. Peramalan
langsung, menggunakan penjualan sebagai variabel peramalan.
b. Peramalan
tidak langsung, berbagai variabel yang berkaitan dengan penjualan digunakan
sebagai pilihan untuk merancang penjualan
di masa yang akan datang.
1.12
PERENCANAAN PEMASARAN
Ada beberapa langkah dalam merencanakan
pemasaran bagi usaha baru, yaitu :
1. Menentukan
kebutuhan dan keinginan pelanggan. Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan
pelanggan, pertama-tama harus dilakukan penelitian pasar atau riset pemasaran.
Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan konsumen, misalnya barang dan jasa
apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen, berapa jumlahnya, kualitas yang
bagaimana, siapa yang membutuhkan dan kapan mereka memerlukan. Riset pasar
dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang
dituju.
2. Memilih
pasar sasaran khusus. Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen,
langkah berikutnya adalah memilih pasar sasaran khusus. Ada tiga jenis pasar
sasaran khusus, yaitu : (1) Pasar individual (individual market), (2) Pasar
khusus (niche market), (3) Segmentasi pasar (market segmentation). Dari tiga
alternatif pasar sasaran tersebut, bagi perusahaan kecil dan usaha baru lebih
tepat bila memilih pasar khusus dan
pasar individual. Sedangkan untuk perusahaan menengah dan besar lebih baik
memilih segmen pasar.
3. Menempatkan
strategi pemasaran dalam persaingan. Penerapan strategi pemasaran sangat
tergantung pada keadaaan lingkungan persaingan pasar yang ada dari hari ke
hari. Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggmbarkan permintaan dari
lingkungan persaingan. Ada enam strategi untuk memenuhi permintaaan dari
lingkungan yang bersaing :
a. Berorientasi
pada pelanggan (customer orientation).
b. Kualitas
(quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM), yaitu efektif,
efisien, dan tepat.
c. Kenyamanan
(convenience), yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan,
dan kenikmatan.
d. Inovasi
(innovation), yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa,
dan proses.
e. Kecepatan
(speed), atau disebut juga Time Compression Management (TCM), yang diwujudkan
dalam bentuk : a. Kecepatan untuk menempatkan produk baru di pasar, dan b.
Memperpendek waktu untuk merespon keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer
response time).
f. Pelayanan
dan kepuasan pelanggan.
4. Memilih
strategi pemasaran. Strategi pemasaran adalah perpadauan kinerja wirausaha
dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya di dalam mengembangkan
keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha bisa
merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing
mix), yaitu penelitian dan pengembangan pasar, produk, harga, lokasi, atau
tempat usaha dan promosi. Oleh karena itu, menurut Zimmerer (1996), usaha baru
sangatlah cocok untuk menerapkan strategi yang didorong oleh pasar (strategy
driven). Strategi ini dibangun berdasarkan enam fondasi, yaitu orientasi
konsumen, kualitas, kenyamanan dan kesenangan, inovasi, kecepatan, dan
pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Rencana
pemasaran formal mencakup :
1. Analisis
pasar, yakni mengidentifikasi masalah-masalah :
a. Profil
konsumen, melihat gambaran konsumen potensial pada pasar target.
b. Ramalan
penjualan, melihat kemungkinan besar-kecil, “pesimistis dan optimistis”.
c. Persaingan,
yakni mengidentifikasi masalah-masalah :
·
Riwayat personel manajemen kunci
·
Seluruh kekuatan dan kelemahan
·
Produk-produk terkait yang sedang
dipasarkan dan di uji
·
Kemungkinan masuknya para pesaing dalam
pasara target
d. Strategi
pemasaran, yakni mengkaji masalah-masalah :
·
Total rencana produk dan atau jasa
·
Kepuasan-kepuasan yang berpengaruh pada
produk total
·
Rencana distribusi
·
Keputusan-keputusan berkenaan dengan
pengiriman produk kepada konsumen.
·
Rencana harga
·
Menetapkan nilai yang dapat ditertima
pada produk
·
Rencana promosi
·
Informasi yang berhubungan dengan pasar
target.
1.13
STRATEGI MENARIK PELANGGAN
Wirausaha mengetahui bahwa salah satu
cara terbaik untuk mempertahankan pelanggan dan menarik pelanggan baru adalah
dengan menyajikan pelayanan yang lebih baik yang tidak tertandingi oleh
pesaing. Cara menciptakan pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dilakukan
dengan car sebagai berikut :
1. Dengarkan
dan perhatikan pelanggan
2. Tetapkan
pelayanan yang terbaik
3. Tetapkan
ukuran dan kinerja standar
4. Berikan
perlindungan hak-hak karyawan
5. Latih
karyawan untuk memberikan pelayanan yang istimwa
6. Gunakan
teknologi yang memberikan pelayanan
terbaik
7. Berikan
hadiah bagi pelayanan terbaik.
Strategi
adalah langkah –langkah yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan atau
pengusaha untuk mencapai tujuan. Kadangkala langkah itu sulit, tetapi ada pula
yang sangat mudah. Berbagai strategi untuk dapat menarik pelanggan, antara
lain:
1. Melakukan
inovasi produk baru atau tampil beda, mengikuti tren.
2. Desain
yang menarik, menambah kesan mewah .
3. Harga
yang terjangkau sehingga dapat di beli oleh semua kalangan .
4. Berikan
potongan dengan minimum pembelian dengan jumlah tertentu.
5. Berikan
layanan sesuai janji atau sesuai keinginan pelanggan
6. Lakukan
penjualan yang tingkat keramainnya tinggi .
7. Ikuti
beberapa pameran untuk memperluas jaringan atau komunitas.
8. Fokus
pada satu produk sehingga spesialisasi dapat dicapai.
9. Pilih
produk yang di tempat tersebut belum ada. Bila sudah ada, pikirkan kekhasannya
, cara penyajiannya atau pelayanannya.
10. Buat standar operasi yang sederhana namun
jelas.
11. Tentukan
target pasar, sesuaikan dengan lingkungan.
12. Tentukan
lokasi dan jam buka usaha dengan tepat.
13. Kepuasaan pelanggan harus dinomorsatukan
14. Usahakan agar pelayanan menggunakan prinsip
tanpa komplain ( zero complain )
1.14
LEGACY MARKETING VERSUS NEW WAVE
MARKETING
Menurut Hermawan Kertajaya, (Kompas, 2 –
6 September 2009), sejak tahun 2008, era marketing telah masuk pada era New
Wave Marketing (pasar bersifat disentralisasi atau horizontal). Legacy
Marketing (berjalan sejak tahun 1998 sampai dengan 2007) pelan-pelan mulai
ditinggalkan, ditandai bahwa untuk memasarkan produk maka perusahaan atau pengusaha cenderung satu
arah, sentaralisasi atau vertikal (fokus marketing lebih bersifat dari produsen
kepada konsumen). Pada era ini , produsen lebih menentukan atau mendikte
konsumen. Dalam konteks ini, perusahaan atau pengusaha menghitung biaya investasi , menentukan harga
produk dan menghitung untung rugi perusahaan. Ciri yang menonjol pada era New
Wave Marketing adalah bahwa untuk memasarkan produk bersifat horizontal.
Perusahaan atau pengusaha tidak lagi mendikte konsumen atau calon konsumen,
baik dari sudut harga maupun unsur lain karena semua orang yang ada pada
perusahaan tersebut harus berperean sebagai pemasar (marketer) atau melayani
konsumen, baik langsung maupun tidak langsung .
1.15
COMMUNICATION
Unsur Carmack ( communitization) dalam
New Wave Marketing dimaksudkan untuk
membentuk komunitas atau memanfaatkan komunitas yang ada. Komunitas inii
sendiri didefinisikan sebagai sekelompok orang yang saling peduli satu sama
lain lebih dari yang seharusnya. Dalam komunitas ini terjadi relasi pribadi
yang erat antar anggota karena adanya
kesamaan interest atau values. Proses pembentukannya bersifat horizontal karena
dilakukan oleh individu-individu yang kedudukannya setara.
1.16
VALUE OF COMMUNITY
Dalam memasarkan suatu produk, sebagian
orang berpendapat bahwa pemasaran melalui komunikasi lebih efektif dibanding
non komunitas. Hal itu karena interaksi di antara yang tergabung di dalamnya
lebih loyal dan melebihi orang-orang yang tidak tergabung dalam komunitas.
Berikut ini ada tiga hukum yang memperkuata hal itu. Hukum nilai sebuah
komunitas ada tiga (Irawan, 2008, Materi Seminar Koperasi Kredit Bima Seroja) :
(1)Sarnoff’s Law, (2) metcalfe’s Network Law alias Metcalfe’s Law, (3) Reed’s
community Law atau Reed’s Law.
1. Sarnoff’s
Law
a. Nilai
(value) dari suatu siaran (broadcast) sebanding dengan jumlah penontonnya.
b. Kalau
jumlah audience-nya adalah n, maka nilai yang dapat dihasilkan berdasarkan
hukum ini juga n.
c. Dalam
siaran radio televisi, araus informasi berlangsung searah, tidak ada interaksi
di antara pemirsa. Oleh sebab itu informasi yang ada hanya bermanfaat
untuk orang-orang yang mendengarkan
radio aatu menonton televisi saja.
2. Metcalfe’s
Law
a. Nilai
dari sebuah komunitas akan proporsional dengan kuadrat dari jumlah anggota
komunitas tersebut.
b. Kalau
jumlah audience-nya n maka nilai yang dapat dihasilkan adalah 
c. Bila
kita mengirim email, misalnya, maka akan terjadi interaksi di antar orang-orang
yang kita kirimi email tersebut alias orang-orang yang berbeda dalam jaringan
kita. Oleh karena itu, informasi yang tersebar dapat berlipat ganda karena
adanya interaksi di dalam jaringan. Setiap orang yang kita kirimi email itu
dapat meneanggapi, lalu tanggapan ini ditanggapi lagi, dikirim lagi, ditanggapi
lagi, dan seterusnya.
3. Reed’s
Community Law
a. Dengan
memanfaatkan jaringan antarkomunitas, terutama social networking, dapat
meningkatkan nilai jaringan tersebut secara eksponensial.
b. Kalau
penonton berjumlah n , maka nilainya adalah
.
c. Kalau
sudah terjadi interaksi antarjaringan, nilai linformasi tersebut akan semakin
jauh berlipat ganda. Lewtakkan dalam facebook, misalnya,. Kita menjadi anggota
komunitas (group) penggemar The Beatles. Dalam komunitas ini, kebetulan ada
juga yangyang menjadai anggota penggemar jazz. Nah informasi yang kita
sampaikan dalam komunitas The Beatles dapat tersebar di dalam komunitas penggemar jazz, walaupun
kita tidak turut bergabung dalam komunitas penggemar jazz. Namun dikomunitas
tersebut terjadi saling tukar informasi sehingga nilai yang kita peroleh dapat
berlipat.
1.17
STRATEGI BAURAN PEMASARAN
Strategi bauran pemasaran ( Marketing
mix ), yakni Product, Price , Place, dan Promotion (4 – P ), satu sama lain saling berkaitan. Untuk setiap strategi
yang akan ditetapkan harus mempertimbangkan strategi yang lain. Tidak dapat
hanya dijalankan untuk satu P saja, misalnya, karena selalu terikat atau
terkait dengan yang lain.
1.17.1 STRATEGI
PRODUK
Produk adalah sesuatu yang dapat
memenuhi kebutuhan dan keingianan konsumen atau pengguna. Pengertian produk
menurut Philip Kotler adalah “Sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi, sehingga dapat
memenuhi keinginan dan kebutuhan”. Produk yang akan dijual atau ditawarkan
harus dikenal oleh konsumen. Dalam strategi ini yang harus dipertimbangkan
adalah yang berkaitan dengan produk
secara utuh dan terpadu, mulai dari merk atau nama produk, bentuk, isi, karakteristik, kualitas
(termasuk bungkus). Produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu produk fisik
dan jasa. Strategi produk yang harus dilakukan oleh perusahaan menurut Kasmir
(2006) adalah sebagai berikut :
1. Menentukan
logo motto, yang harus dipertimbangkan antara lain : harus memiliki arati
(dalam arti positif), harus menarik perhatian dan harus mudah diingat.
2. Menciptakan
merek. Merek atau tanda produk supaya dikenal oleh konsumen mengenai sesuatu
(barang/jasa) yang ditawarkan. Penciptaan merek harus mempertimbangkan :
a. Mudah
diingat
b. Terkesan
hebat dan modern
c. Memilikli
arti (dalam arti positif)
d. Menarik
perhatian
3. Menciptakan
kemasan. Kemasan atau bungkus produk harus memenuhi beberpa persyaratan :
a. Kualitas
kemasan tidak mudah rusak
b. Bentuk
dan atau ukuran, termasuk desain, harus menarik.
c. Warna
yang menarik, dan sebagainya.
4. Keputusan
label. Label adalah suatu yang dilekatkan pada produk yang ditawarkan dan
merupakan bagian dari kemasan. Didalam label, harus mencantumkan : siapa yang
membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, cara menggunakan, waktu produksi dan
kadaluarsa, serta informasi lainnya.
1.17.2 STRATEGI
HARGA
Harga merupakan sejumlah nilai (dalam
mata uang) yang harus dibayar oleh konsumen untuk membeli atau menikmati barang
atau jasa yang ditawarkan. Penentuan strategi haraga sangat penting untuk
diperhatikan mengingat harga produk merupakan salah satu penyebab laku atau
tidaknya produk atau jasa yang
ditawarkan. Strategi harga yang salah akan berakibat fatal terhadap produk
tersebut di pasar. Harga yang akan ditetapkan harus disesuaikan dengan tujuan
perusahaan atau pengusaha. Adapun tujuan penentuan strategi harga secara umum
menurut Kasmir (2006) adalah sebagai berikut :
1. Untuk
bertahan hidup. Penetapan harga produk dibuat semurah mungkin, tujuannya supaya
produk dan atau jasa laku dipasaran. Dengan haraga yang murah, tetapi masih ada
margin laba, dibanding harga pesaing dekat, biasanya produk akan dapat bertahan
hidup.
2. Umtuk
memaksimalkan laba. Keputusan strategi harga bertujuan agar penjualan
meningkat, sehingga laba menjadi maksimal. Penetapan harga produk dapat tinggi
atau dengan harga relatif murah.
3. Untuk
memperbesar market share. Tujuan strategi penetapan harga adalah untuk
memperluasa atau mempebesar jumlah pelanggan. Penetapan harga yang relatif
murah diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan pelanggan perusahaan
pesaing terdekat beralih ke produk yang kita tawarkan.
4. Mutu
produk. Untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki
kualitas yang tinggi atau lebih tinggi dari kualitas para pesaing dekat. Umumnya harga ditetapkan setinggi mungkin
karaena ada tanggapan bhawa produk yang ditawarkan berkualitas, sehingga produk
yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk pesaing masih dinilai wajar.
5. Karena
pesaing. Strategi keputusan haraga produk dilakukan setelah melihat harga dari
para pesaing, bertujuan agar harga yang ditawarkan lebih kompetitif dibanding
harga yang ditawarkan pesaing terdekat. Artinya, dapat melebihi atau lebih rendah dibanding harga produk yang sama dari
pesaing terdekat.
Modifikasi
harga/diskriminasi harga dapat dilakukan melalui :
1. Menurut
pelanggan. Harga dibedakan berdasarkan pelanggan utama (primer) dan atau
pelanggan kedua (sekunder). Pelanggan utama adalah pelanggan yang loyal dan
memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
2. Menurut
bentuk produk. Harga ditetapkan berdasarkan bentuk/ukuran/kelebihan-kelebihan
yang dimiliki oleh suatu produk.
3. Menurut
tempat. Harga yang ditetapkan berdasarkan negara, lokasi, atau wilayah produk
atau jasa tersebut ditawarkan. Hal ini dilakukan karena setiap wilayah atau
daerah memiliki daya beli dan kondisi persaingan tersendiri.
4. Menurut
waktu. Harga produk ditetapkan berdasarakan periode atau masa tertentu. Harga
penginapan, hotel, tiket pesawat udara lebih mahal pada waktu liburan atau hari
Sabtu dan Minggu atau bulan-bulan sesuai musim.
1.17.3 STRATEGI
TEMPAT ATAU DISTRIBUSI
Di atas sudah dibahas bahwa masalah
distribusi produk sangat menentukan. Bagaimana strategi perusahaan dalam
mendistribusikan produknya, mulai dari pabrik atau produsen sampai di tangan
konsumen atau pembeli. Distribusi adalah cara pengusaha menyalurkan produknya
mulai dari produsen sampai ke tangan konsumen akhir. Dalam strategi ini
yang perlu dipertimbangkan adalah berapa
jalur atau rantai distribusi yang diperlukan dalam penyaluran produk. Semakin
pendek jalur yang dilalui suatu produk maka akan semakin efisien dan efektif
(tepat sasaran dan tepat waktu).
Strategi yang tepat dalam menetapkan
saluran distribusi produk memiliki beberapa fungsi, menurut Kasmir (2006),
yakni :
1. Fungsi
transaksi. Fungsi penyaluran produk, mencakup bagaimana pengusaha menghubungi
dan mengkomunikasikan produknya ke calon pelanggan.
2. Fungsi
logistik. Fungsi yang meliputi pengangkutan dan penyortiran produk, termasuk
tempat menyimpan, memelihara, dan melindungi produk.
3. Fungsi
fasilitas. Mencakup fungsi penelitian dan pembiayaan. Penelitian produk yakni
mengumpulkan informasi tentang jumlah penyalur atau agen dan pelanggan lainnya,
sedangkan pembiayaan adalah memastikan bahwa para penyalur atau agen memiliki
uang jaminan yang cukup untuk memudahkan aliran produk melalui saluran
distribusi sampai ke konsumen akhir dengan selamat, tepat waktu, dan tepat
jumlah.
Dalam
strategi saluran distribusi terhadap beberapa tujuan yang hendak dicapai
pengusaha. Strategi disribusi yang tepat akan memberi manfaat sebagi berikut :
1. Melayani
konsumen secara tepat
2. Menjaga
mutu produk agar tetap stabil
3. Menghemat
biaya
4. Menghindari
para pesaing terdekat.
1.17.4 STRATEGI
PROMOSI
Setiap pengusaha berusaha mempromosikan
produk dan atau jasa yang dimilikinya. Tanpa promosi, pelanggan tidak akan
mengenal produk atau jasa yang ditawarkan.
Ada empat macam sarana promosi yang
dapat digunakan pengusaha dalam mempromosikan produk maupun jasanya. Empat
macam sarana promosi itu adalah :
1. Periklanan
(advertising). Iklan dapat dipasang diberbagi media, seperti :
a. Pemasangan
billboard dan spanduk/umbul-umbul di jalan, tempat atau lokasi yang strategis.
b. Pencetakan
brosur yang ditempel/disebarkan di setiap pusat pembelanjaan atau tempat yang
strategis.
c. Pemasangan
iklan melalui media cetak seperti koran, majalah, tabloid, buku, dan
sebagainya.
d. Pemasangan
iklan melalui media elektronik, seperti internet, radio, televisi, film, dan
sebagainya.
2. Promosi
penjualan (sales promotion), bertujuan untuk meningkatkan penjualan atau
peningkatan jumlah pelanggan. Promosi dilakukan untuk menarik pelanggan agar
membeli produk atau jasa yang ditawarkan, maka promosi harus dibuat semenarik
mungkin.
3. Publisitas
(publicity), kegiatan untuk memancing pelanggan melalui kegiatan, seperti
pameran, bakti sosial, dan berbagai kegiatan lain. Kegiatan ini diharapkan
dapat meningkatkan pamor perusahaan di mata konsumen.
4. Penjualan
pribadi (personal selling). Penjualan produk dilakukan secara langsung oleh
salesman dan atau salesgirl secara door to door, dari pintu ke pintu.
1.18
PENGAWASAN PROGRAM PEMASARAN
Bagaimana mengukur kinerja perusahaan dan monitor kinerja
perencanaan? Apakah tahapan-tahapan yang harus digunakan untuk menjamin bahwa
tujuan pemasaran akan tercapai? Satu kunci sukses perencanaan strategis adalah apresiasi
di pasar.
Dalam proses indentifikasi pasar,
menurut Hisrich (2005) perlu dilakukan analisis data melalui area berikut :
(1) Karakteristik
pasar :
a. Ukuran
pasar dan tingkat pertumbuhan.
b. Tingkat
pengembangan.
c. Tingkat
siklus hidup produk dan tingkat kejenuhan.
d. Karakteristik
perilaku konsumen.
e. Faktor-faktor
sosial dan budaya.
f. Lingkungan
fisik.
(2) Institusi
marketing :
a. Sistem
distribusi .
b. Media
komunikasi.
c. Pelayanan
marketing (riset dan iklan)
(3) Kondisi
persaingan dan praktik :
a. Ukuran
persaingan dan praktik.
b. Pengembangan
teknikal.
DAFTAR PUSTAKA
Sunarya,
PO Abas. dkk. 2011. Kewirausahaan.Yogyakarta:
Andi