Senin, 22 Desember 2014

STRATEGI PEMASARAN



PENGEMBANGAN RENCANA PEMASARAN
STRATEGI PEMASARAN

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
PENGANTAR BISNIS
Logo UNIPA.jpg

DISUSUN OLEH :
DESI NUR DAMAIYANTI
141-600-113

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PGRI ADIBUANA SURABAYA

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Makalah :        Pengembangan Rencana Pemasaran
Disusun Oleh :     Desi Nur Damaiyanti


Telah Disetujui Oleh :



Dosen Mata Kuliah Pengantar Bisnis                                                


                                                                        Sigit PU









KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga  untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar bisnis ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam penyelesaian buku tugas akhir ini, tak lepas dari turut serta materi yang tersampaikan pada mata kuliah pengantar bisnis. Bahasan yang saya bahas dalam penulisan tugas ini mengenai Pemasaran, khususnya pada “Pengembangan Rencana Pemasaran”. Semoga dengan penulisan ini dapat membuat pembaca lebih tahu mengenai seluk-beluk kegiatan pemasaran, baik pengertian secara luas hingga strategi sukses menjalankan kegiatan pemasaran.
Sepenuhnya saya menyadari kekurangan yang terdapat dalam penulisan ini, dengan ketersediaan pembaca, silahkan kritik dan saran boleh disampaikan ke http://desi-shinepeace.blogspot.com. Terimakasih dan selamat membaca.



Penulis                        

Desi Nur Damaiyanti







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR                                                                                              
DAFTAR ISI
ISI       :
1.1              PENGERTIAN PEMASARAN
1.2              HAL HAL YANG PERLU PADA PEMASARAN
1.3              FILOSOFI PEMASARAN
1.4              SIFAT DASAR RISET PEMASARAN
1.5              METODE PENGUMPULAN DATA PRIMER
1.6              PENGERTIAN PASAR TARGET POTENSIAL
1.7              UNSUR-UNSUR SUATU PASAR
1.8              VARIABEL-VARIABEL SEGMENTASI PASAR
1.9              TIPE-TIPE STRATEGI SEGMENTASI PASAR
1.10          DIMENSI ATAU UKURAN KESULITAN PERAMALAN
1.11          PROSES PERAMALAN : DUA UKURAN PERAMALAN
1.12          PERENCANAAN PEMASARAN
1.13          STRATEGI MENARIK PELANGGAN
1.14          LEGACY MARKETING VERSUS NEW WAVE MARKETING
1.15          COMMUNICATION
1.16          VALUE OF COMMUNITY
1.17          STRATEGI BAURAN PEMASARAN
1.17.1     STRATEGI PRODUK
1.17.2     STRATEGI HARGA
1.17.3     STRATEGI TEMPAT ATAU DISTRIBUSI
1.17.4     STRATEGI PROMOSI
1.18          PENGAWASAN PROGRAM PEMASARAN



ISI

1.1              PENGERTIAN PEMASARAN
Pemasaran ( marketing ) adalah kegiatan kelangsungan aliran barang dan atau jasa dari produsen kepada konsumen atau pengguna ( Activities directing the flow of goods and service from producer to consumer or user ).  Philip Kotler mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses  sosial dan manajerial dimana indiividu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan  produk dan nilai dengan pihak lain ( A social and managerial process whereby  individuals and group obtain what they need and want through creating and exchanging product and value with other ).index.jpg
Sesuai dengan definisi pemasaran, yaitu kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen , menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan  dan keinginan konsumen ( product ), menentukan tingkat harga ( price ), mempromosikan agar produk dikenal konsumen ( promotion ) , dan mendistribusikan produk ke tempat        ( place ), maka tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen. Hal ini berarti bahwa perhatian kita dalam pemasaran harus diawali dengan riset pemasaran, yaitu untuk meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen. Pemasaran bisnis kecil meliputi berbagai aktivitas bisinis yang berkaitan langsung dengan :
1.      Mengenali pasar target ( identifying a target market ).
2.      Menetapkan potensi pasar target ( determining target market potential ).
3.      Penyiapan, pengkomunikasian, dan pengiriman seberkas kepuasan kepada pasar target ( preparing, communicating, and delivering a bundle of satisfaction to the target market ).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah upaya memenuhi kebutuhan konsumen melalui penciptaan produk dan atau jasa yang kemudian dinikmati atau dibeli oleh mereka yang membutuhkan melalui suatu proses tukar-menukar. Penciptaan produk dan atau jasa tersebut didasarkan pada permintaan dan penawaran. Kelompok pasar menurut Kasmir (2006) meliputi :
1.      Pasar Konsumen, adalah pasar di mana individu dan rumah tangga dapat membeli atau memperoleh barang dan atau jasa untuk di konsumsi sendiri.
2.      Pasar Industri, adalah pasar di mana pihak-pihak (perusahaan) yang membeli barang dan atau jasa menggunakannya kembali untuk menghasilkan barang dan atau jasa lain atau disewakan kepada pihak lain untuk mengambil untung.
3.      Pasar Reseller, adalah pasar yang terdiri atas unit-unit pemerintah yang membeli atau menyewa barang dan atau jasa untuk melaksanakan fungsi utama pemerintah, baik pusat maupun daerah.
4.      Pasar International, adalah pasar produk dan atau jasa yang terdiri atas pasar antar negara atau pasar international ( ekspor dan impor ).

1.2              HAL HAL YANG PERLU PADA PEMASARAN
Ada berbagai hal pada kegiatan pemasaran, yaitu sebagai berikut :
1.      Analisis pasar adalah suatu proses penilaian yang meliputi segmentasi, riset pemasaran, dan peramalan penjualan produk.
Dalam strategi pemasaran dipergunakan SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, dan Treat), berikut :
a.       Kekuatan ( Strength ). Perlunya calon pengusaha untuk menganalisis kekuatan diri atau kekuatan perusahaan maupun kekuatan pesaing terdekat untuk merumuskan strategi pemasaran yang efektif , efisien, dan tepat sasaran.
b.      Kelemahan ( Weakness ). Perlunya calon pengusaha untuk menganalisis kelemahan diri dan kelemahan perusahaan sehingga dapat dijadikan pelajaran bagi perbaikan-perbaikan strategi pemasara yang dijalankan dan juga menganalisis kelemahan-kelemahan pesaing terdekat agar dapat “dimanfaatkan” secara wajar untuk keperluan bisnis.
c.       Peluang ( Opportunity). Perlunya kejelian calon pengusaha untuk memanfaatkan peluang-peluang pasar yang ada, misalnya kecenderungan selera tertentu dari konsumen, kurangnya persediaan produk pesaing, meningkatkan daya beli masyarakat, dan lain-lain.
d.      Ancaman ( Treat ). Perlunya calon pengusaha menganalisis berbagai kemungkinan yang dapat mengancam rusaknya strategi pemasaran yang sedang dijalankan. Ancaman ini dapat datang dari dalam maupun dari luar, sehingga dalam hal ini betul-betul diperlukan kewaspadaan, seperti kalimat dari BRA. Mooryati Sodibjo, “Mata yang awas dsn kuping yang terbuka.” (1996).
2.      Bauran pemasaran adalah kombinasi produk, harga, promosi, kegiatan distribusi dan orang (person).
Bauran pemasaran tidak dapat dilepasakan dari evaluasi rumus P-5 ( Product, Price, Place, Promotion and Person ).
a.       Product. Produk yang dihasilakan dan hendak dipasarkan harus tampil dalam keadaan baik atau bermutu dan mampu memenuhi atau mewakili selera konsumen. Dalam hal ini produk ditujukan untuk konsumen pada golongan sosial ekonomi mana, apakah masyarakat bawah, menengah atau atas. Dengan kata lain, produk mempunyai tingkat bonafiditas tertentu sehingga konsumen meyakininya sebagai produk yang baik dan bermutu. Selain itu juga ditonjolkan produk yang punya nilai lebih, terutama dalam hal mutu. Nilai lebih adalah kepraktisan pemakaian serta kemasan yang didesain dengan rapi dan menarik sehingga konsumen mengetahui apa makna produk itu. Produk telah diolah dengan standar mutu dan jika perlu telah diuji secara laboratoris.
b.      Price. Tinggi rendahnya harga satuan produk, antara lain dipengaruhi 3 hal utama, yaitu biaya produksi, mutu produk, dan situasi segmen pasar. Di samping itu jika memungkinkan, juga perlu memperhatikan faktor-faktor penting, antara lain pesaing, daya beli konsumen dan kecenderungan selera konsumen. Dengan demikian harga produk harus bersifat kompetitif dan relatif  terjangkau oleh konsumen dari golongan sosial ekonomi manapun.
c.       Place. Untuk pendistribusian suatu produk diperlukan kejelian untuk memilih tempat-tempat strategis yang memiliki peluang bagus untuk pemasaran produk. Jika mungkin perusahaan harus mampu menempatkan produk-produknya di hypermaraket, department store, toko besar, toko ritel dan juga pasar tradisional. Penempatan produk secara tepat akan memberikan citra ( image ) yang baik di mata konsumen, yaitu bahwa produk yang dihasilkan dapat diandalkan.
Tingkatan-tingkatan distribusi suatu produk :
·         Produsen → Konsumen
·         Produsen → Pengecer → Konsumen
·         Produsen → Agen Tunggal → Pengecer → Konsumen
·         Produsen → Agen → Sub Agen → Pengecer → Konsumen
·         Produsen → Agen → Sub Agen → Grosir → Pengecer → Konsumen
Masing- masing tingkatan ini memiliki konsekuensi biaya. Semakin panjang rantai  distribusi, semakin mahal produk tersebut. Semakin pendek rantai distribusi, produk akan semakin murah. Minimal karena mampu menghemat biaya transportasi maupun biaya komisi untuk agen, sub-agen, pengecer, dan lain sebagainya.
d.      Promotion. Mengingat betapa pentingnya citra produk yang baik dan bermutu di mata konsumen, promosi merupakan kegiatan yang tidak dapat ditawar lagi. Perlu dilakukan promosi secara rutin, terencana, gencar, baik berskala lokal, regional maupun international. Kegiatan ini diprogramkan jauh sebelum waktu pelaksanaan agar dapat mencapai sasaran. Bentuk –bentuk promosi yang dilakukan, selain memanfaatkan media cetak maupun elektronik, juga dengan menyelenggarakan demo/peragaan dan atau kegiatan seminar di daerah target.
e.       Person. Kegiatan pemasaran tidak akan mencapai sasarannya bila tidak ditunjang pelaksana tugas yang berkualitas dan profesional. Itu sebabnya searah dengan semakin ketatnya persaingan di pasar, pengusaha harus mampu menempatkan pelaksana tugas pemasaran yang betul-betul menguasai bidangnya, termasuk mendidik para pelaksana tugas pemasaran, minimal bagaimana customer servise dan customer care.

1.3              FILOSOFI PEMASARAN MEMBUAT SUATU PERBEDAAN ORIENTASI
Filosofi pemasaran yang membuat suatu perbedaan orientasi dengan produk lain mencakup:
1.      Orientasi pada produksi. Menekankan pengembangan efisiensi produk dan produksi melebihi kegiatan lainnya.
2.      Orientasi pada penjualan. Memperlakukan penjualan produk melebihi efisiensi produksi dan prefensi  atau pilihan konsumen.
3.      Orientasi pada konsumen. Seluruh upaya pemasaran berawal dan berakhir pada konsumen, berfokus pada kebutuhan konsumen. Filosofi ini paling konsisten dengan sukses jangka panjang perusahaan.


1.4              SIFAT DASAR RISET PEMASARAN
Sifat dasar riset pemasaran mencakup :
1.      Riset pemasaran. Pengumpulan, pengolahan, pelaporan, dan interpretasi informasi pasar.
2.      Data sekunder. Informasi pasar yang telah dihimpun sebelumnya oleh pihak lain.
3.      Data primer. Informasi pasar baru yang dikumpulkan oleh pengusaha yang melaksanakan riset.
4.      Tahapan dalam proses riset pemasaran. Pengenalan berbagai kebutuhan informasi, seperti :
a.       Mengapa kita butuh mengetahuinya?
Pencarian atau pengumpulan informasi / data sekunder.
b.      Siapa yang sudah meneliti topik-topik yang ada sebelumnya?
Pencarian atau pengumpulan data primer.
c.       Siapa yang kita tanya dan apa yang kita tanyakan kepada mereka?
Penafsiran/interpretasi data.
d.      Informasi yang diperoleh, sekarang apa artinya bagi perusahaan?
Untuk pengambilan keputusan strategi pemasaran ke depan.

1.5              METODE PENGUMPULAN DATA PRIMER
Metodre pengumpulan data primer meliputi berbagai metode berikut :
1.      Metode observasi
a.       Manusia
b.      Mekanika (yang berhubungan dengan mesin)
2.      Metode yang mengandung pertanyaan
a.       Survey dapat dilakukan melalui surat dan atau telepon
b.      Wawancara individu
c.       Pengalaman-pengalaman

1.6              PENGERTIAN PASAR TARGET POTENSIAL
Pengertian pasar target potensial meliputi :
1.      Pasar, adalah sekelompok konsumen atau para konsumen potensial yanga memiliki daya beli dan berbagai kebutuhan yang tidak terpuaskan.
2.      Strategi fokus, suatu tipe strategi bersaing di mana strategi biaya dan pemasaran dicapai dengan segmen-segmen pasar yang sempit atau terbatas.
3.      Segmentasi pasar, pembagian suatu pasar ke dalam beberapa  kelompok yang lebih kecil dengan kebutuhan-kebutuhan yang mirip.
4.      Bautran pemasaran, pembagian suatu konsep pasar yang dikembangkan berdasarkan model-model pemasaran yang ada.
5.      Penelitian dan pengembangan pasar, meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen, berapa jumhanya, bagaimana daya belinya, di mana tempat para konsumennya, dan berapa permintaannya, semua merupakan informasi penting bagi pemasaran.

1.7              UNSUR-UNSUR SUATU PASAR
Unsur-unsur suatu pasar meliputi :
1.      Konsumen, bisa orang atau industri atau bisnis. Unsur pertama, pasar produk atau jasa adalah konsumen langsung, orang atau dunia industri yang memanfaatkan langsung.
2.      Daya beli ( cash atau kredit ). Unsur kedua adalah daya beli. Bagaimana daya beli konsumen, membeli secara cash ataukah kredit.
3.      Kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpuaskan. Unsur ketiga adalah pemenuhan kebutuhan yang tidak terpuaskan.

1.8              VARIABEL-VARIABEL SEGMENTASI PASAR
Variabel-variabel segmentasi pasar meliputi :
1.      Variabel-variabel segmentasi. Berbagai parameter biasanya untuk membeda-bedakan satu bentuk perilaku pasar dari lainnya demi tujuan pembagian menjadi ruas-ruas pasar.
2.      Variabel-variabel kepentingan. Karakteristis/sifat-sifat khas yang membedakan segmen-segmen pasar sesuai kepentingan yang nampak.
3.      Variabel-variabel demografis. Sifat-sifat khas yang menggambarkan berbagai konsumen dan kekuatan daya beli mereka.

1.9              TIPE-TIPE STRATEGI SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar ( market segmentation ) merupakan strategi pemasaran yang sangat terkenal bagi usaha yang baru. Pada strategi ini produk dipasarkan berdasarkan segmennya. Misalnya segmentasi berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, usia, tingkat pendapatan dan sebagainya.
Tipe-tipe strategi segmentasi pasar meliputi :
1.      Strategi tak tersegmentasi (pemasaran massal). Strategi untuk mendefinisikan pasar total sebagai pasar target.
2.      Strategi multisegmentasi. Strategi untuk mengenali pilihan perbedaan segmen pasar perseorangan dan mengembangkan bauran  pemasaran unik masing-masing.
3.      Strategi segmentasi tunggal. Strategi untuk mengenali keberadan beberapa segmen yanga berbeda tetapi berfokus pada segmen yang paling menguntungkan.
4.      Ramalan penjualan. Ramalan seberapa banyak ( dalam unit dan atau satuan uang ) atas produk atau jasa yang akan dibeli dalam suatu pasar selama periode waktu tertentu. Unsur penting rencana bisnis, yaitu :
a.       Menaksir atau menilai kelayakan usaha baru
b.      Membantu dalam perencanaan produk, schedule, penetapan tingkat persediaaan, dan keputusan personel.

1.10          DIMENSI ATAU UKURAN KESULITAN PERAMALAN
Dimensi-dimensi ukuran kesulitan peramalan mencakup :
1.      Keadaan yang membuat mudah dalam peramalan
a.       Bisnis yang sudah mapan.
b.      Usahawan/manajer telah memiliki  pengalaman.
c.       Usahawan telah memahami teknik-teknik peramalan yang baik.
2.      Kondisi yang membuat lebih sulit dalam peramalan
a.       Usaha yang masih baru atau pemula.
b.      Keterbatasan dalam kaitannya dengan usaha/pengalaman kepemimpinan yang minim.
c.       Miskin pengetahuan atau teknik-teknik peramalan tidak atau belum dikuasai.

1.11          PROSES PERAMALAN : DUA UKURAN PERAMALAN
Dua ukuran proses peramalan mencakup :
1.      Titik peramalan
a.       Proses rinci (metode ikatan atau mata rantai rasio). Peramalan diawali daengan varibael tingkat makro dan mengerjakan peramalan penjualan (dari atas ke bawah).
b.      Proses membangun. Seluruh pembeli potensial di berbagai sub pasar dikenali dan kemudian perkiraaan permintaaan ditambahkan (dari bawah ke atas).
2.      Variabel peramalan
a.       Peramalan langsung, menggunakan penjualan sebagai variabel peramalan.
b.      Peramalan tidak langsung, berbagai variabel yang berkaitan dengan penjualan digunakan sebagai pilihan untuk merancang penjualan  di masa yang akan datang.

1.12          PERENCANAAN PEMASARAN
Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru, yaitu :
1.      Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, pertama-tama harus dilakukan penelitian pasar atau riset pemasaran. Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan konsumen, misalnya barang dan jasa apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen, berapa jumlahnya, kualitas yang bagaimana, siapa yang membutuhkan dan kapan mereka memerlukan. Riset pasar dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang dituju.
2.      Memilih pasar sasaran khusus. Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, langkah berikutnya adalah memilih pasar sasaran khusus. Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu : (1) Pasar individual (individual market), (2) Pasar khusus (niche market), (3) Segmentasi pasar (market segmentation). Dari tiga alternatif pasar sasaran tersebut, bagi perusahaan kecil dan usaha baru lebih tepat bila memilih  pasar khusus dan pasar individual. Sedangkan untuk perusahaan menengah dan besar lebih baik memilih segmen pasar.
3.      Menempatkan strategi pemasaran dalam persaingan. Penerapan strategi pemasaran sangat tergantung pada keadaaan lingkungan persaingan pasar yang ada dari hari ke hari. Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada  potensi yang menggmbarkan permintaan dari lingkungan persaingan. Ada enam strategi untuk memenuhi permintaaan dari lingkungan yang bersaing :
a.       Berorientasi pada pelanggan (customer orientation).
b.      Kualitas (quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM), yaitu efektif, efisien, dan tepat.
c.       Kenyamanan (convenience), yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan, dan kenikmatan.
d.      Inovasi (innovation), yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa, dan proses.
e.       Kecepatan (speed), atau disebut juga Time Compression Management (TCM), yang diwujudkan dalam bentuk : a. Kecepatan untuk menempatkan produk baru di pasar, dan b. Memperpendek waktu untuk merespon keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer response time).
f.       Pelayanan dan kepuasan pelanggan.
4.      Memilih strategi pemasaran. Strategi pemasaran adalah perpadauan kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya di dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha bisa merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu penelitian dan pengembangan pasar, produk, harga, lokasi, atau tempat usaha dan promosi. Oleh karena itu, menurut Zimmerer (1996), usaha baru sangatlah cocok untuk menerapkan strategi yang didorong oleh pasar (strategy driven). Strategi ini dibangun berdasarkan enam fondasi, yaitu orientasi konsumen, kualitas, kenyamanan dan kesenangan, inovasi, kecepatan, dan pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Rencana  pemasaran formal mencakup :
1.      Analisis pasar, yakni mengidentifikasi masalah-masalah :
a.       Profil konsumen, melihat gambaran konsumen potensial pada pasar target.
b.      Ramalan penjualan, melihat kemungkinan besar-kecil, “pesimistis dan optimistis”.
c.       Persaingan, yakni mengidentifikasi masalah-masalah :
·         Riwayat personel manajemen kunci
·         Seluruh kekuatan dan kelemahan
·         Produk-produk terkait yang sedang dipasarkan dan di uji
·         Kemungkinan masuknya para pesaing dalam pasara target
d.      Strategi pemasaran, yakni mengkaji masalah-masalah :
·         Total rencana produk dan atau jasa
·         Kepuasan-kepuasan yang berpengaruh pada produk total
·         Rencana distribusi
·         Keputusan-keputusan berkenaan dengan pengiriman produk kepada konsumen.
·         Rencana harga
·         Menetapkan nilai yang dapat ditertima pada produk
·         Rencana promosi
·         Informasi yang berhubungan dengan pasar target.

1.13          STRATEGI MENARIK PELANGGAN
Wirausaha mengetahui bahwa salah satu cara terbaik untuk mempertahankan pelanggan dan menarik pelanggan baru adalah dengan menyajikan pelayanan yang lebih baik yang tidak tertandingi oleh pesaing. Cara menciptakan pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan car sebagai berikut :
1.      Dengarkan dan perhatikan pelanggan
2.      Tetapkan pelayanan yang terbaik
3.      Tetapkan ukuran dan kinerja standar
4.      Berikan perlindungan hak-hak karyawan
5.      Latih karyawan untuk memberikan pelayanan yang istimwa
6.      Gunakan teknologi yang  memberikan pelayanan terbaik
7.      Berikan hadiah bagi pelayanan terbaik.
Strategi adalah langkah –langkah yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan atau pengusaha untuk mencapai tujuan. Kadangkala langkah itu sulit, tetapi ada pula yang sangat mudah. Berbagai strategi untuk dapat menarik pelanggan, antara lain:
1.      Melakukan inovasi produk baru atau tampil beda, mengikuti tren.
2.      Desain yang menarik, menambah kesan mewah .
3.      Harga yang terjangkau sehingga dapat di beli oleh semua kalangan .
4.      Berikan potongan dengan minimum pembelian dengan jumlah tertentu.
5.      Berikan layanan sesuai janji atau sesuai keinginan pelanggan
6.      Lakukan penjualan yang tingkat keramainnya tinggi .
7.      Ikuti beberapa pameran untuk memperluas jaringan atau komunitas.
8.      Fokus pada satu produk sehingga spesialisasi dapat dicapai.
9.      Pilih produk yang di tempat tersebut belum ada. Bila sudah ada, pikirkan kekhasannya , cara penyajiannya atau pelayanannya.
10.   Buat standar operasi yang sederhana namun jelas.
11.  Tentukan target pasar, sesuaikan dengan lingkungan.
12.  Tentukan lokasi dan jam buka usaha dengan tepat.
13.   Kepuasaan pelanggan harus dinomorsatukan
14.   Usahakan agar pelayanan menggunakan prinsip tanpa komplain ( zero complain )


1.14          LEGACY MARKETING VERSUS NEW WAVE MARKETING
Menurut Hermawan Kertajaya, (Kompas, 2 – 6 September 2009), sejak tahun 2008, era marketing telah masuk pada era New Wave Marketing (pasar bersifat disentralisasi atau horizontal). Legacy Marketing (berjalan sejak tahun 1998 sampai dengan 2007) pelan-pelan mulai ditinggalkan, ditandai bahwa untuk memasarkan produk maka  perusahaan atau pengusaha cenderung satu arah, sentaralisasi atau vertikal (fokus marketing lebih bersifat dari produsen kepada konsumen). Pada era ini , produsen lebih menentukan atau mendikte konsumen. Dalam konteks ini, perusahaan atau pengusaha  menghitung biaya investasi , menentukan harga produk dan menghitung untung rugi perusahaan. Ciri yang menonjol pada era New Wave Marketing adalah bahwa untuk memasarkan produk bersifat horizontal. Perusahaan atau pengusaha tidak lagi mendikte konsumen atau calon konsumen, baik dari sudut harga maupun unsur lain karena semua orang yang ada pada perusahaan tersebut harus berperean sebagai pemasar (marketer) atau melayani konsumen, baik langsung maupun tidak langsung .

1.15          COMMUNICATION
Unsur Carmack ( communitization) dalam New Wave Marketing dimaksudkan untuk  membentuk komunitas atau memanfaatkan komunitas yang ada. Komunitas inii sendiri didefinisikan sebagai sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya. Dalam komunitas ini terjadi relasi pribadi yang erat  antar anggota karena adanya kesamaan interest atau values. Proses pembentukannya bersifat horizontal karena dilakukan oleh individu-individu yang kedudukannya setara.

1.16          VALUE OF COMMUNITY
Dalam memasarkan suatu produk, sebagian orang berpendapat bahwa pemasaran melalui komunikasi lebih efektif dibanding non komunitas. Hal itu karena interaksi di antara yang tergabung di dalamnya lebih loyal dan melebihi orang-orang yang tidak tergabung dalam komunitas. Berikut ini ada tiga hukum yang memperkuata hal itu. Hukum nilai sebuah komunitas ada tiga (Irawan, 2008, Materi Seminar Koperasi Kredit Bima Seroja) : (1)Sarnoff’s Law, (2) metcalfe’s Network Law alias Metcalfe’s Law, (3) Reed’s community Law atau  Reed’s Law.
1.      Sarnoff’s Law
a.       Nilai (value) dari suatu siaran (broadcast) sebanding dengan jumlah penontonnya.
b.      Kalau jumlah audience-nya adalah n, maka nilai yang dapat dihasilkan berdasarkan hukum ini juga n.
c.       Dalam siaran radio televisi, araus informasi berlangsung searah, tidak ada interaksi di antara pemirsa. Oleh sebab itu informasi yang ada hanya bermanfaat untuk  orang-orang yang mendengarkan radio aatu menonton televisi saja.
2.      Metcalfe’s Law
a.       Nilai dari sebuah komunitas akan proporsional dengan kuadrat dari jumlah anggota komunitas tersebut.
b.      Kalau jumlah audience-nya n maka nilai yang dapat dihasilkan adalah
c.       Bila kita mengirim email, misalnya, maka akan terjadi interaksi di antar orang-orang yang kita kirimi email tersebut alias orang-orang yang berbeda dalam jaringan kita. Oleh karena itu, informasi yang tersebar dapat berlipat ganda karena adanya interaksi di dalam jaringan. Setiap orang yang kita kirimi email itu dapat meneanggapi, lalu tanggapan ini ditanggapi lagi, dikirim lagi, ditanggapi lagi, dan seterusnya.
3.      Reed’s Community Law
a.       Dengan memanfaatkan jaringan antarkomunitas, terutama social networking, dapat meningkatkan nilai jaringan tersebut secara eksponensial.
b.      Kalau penonton berjumlah n , maka nilainya adalah  .
c.       Kalau sudah terjadi interaksi antarjaringan, nilai linformasi tersebut akan semakin jauh berlipat ganda. Lewtakkan dalam facebook, misalnya,. Kita menjadi anggota komunitas (group) penggemar The Beatles. Dalam komunitas ini, kebetulan ada juga yangyang menjadai anggota penggemar jazz. Nah informasi yang kita sampaikan dalam komunitas The Beatles dapat tersebar  di dalam komunitas penggemar jazz, walaupun kita tidak turut bergabung dalam komunitas penggemar jazz. Namun dikomunitas tersebut terjadi saling tukar informasi sehingga nilai yang kita peroleh dapat berlipat.

1.17          STRATEGI BAURAN PEMASARAN
Strategi bauran pemasaran ( Marketing mix ), yakni Product, Price , Place, dan Promotion (4 – P ), satu sama  lain saling berkaitan. Untuk setiap strategi yang akan ditetapkan harus mempertimbangkan strategi yang lain. Tidak dapat hanya dijalankan untuk satu P saja, misalnya, karena selalu terikat atau terkait dengan yang lain.

1.17.1     STRATEGI PRODUK
Produk adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keingianan konsumen atau pengguna. Pengertian produk menurut Philip Kotler adalah “Sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi, sehingga dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan”. Produk yang akan dijual atau ditawarkan harus dikenal oleh konsumen. Dalam strategi ini yang harus dipertimbangkan adalah  yang berkaitan dengan produk secara utuh dan terpadu, mulai dari merk atau nama  produk, bentuk, isi, karakteristik, kualitas (termasuk bungkus). Produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu produk fisik dan jasa. Strategi produk yang harus dilakukan oleh perusahaan menurut Kasmir (2006) adalah sebagai berikut :
1.      Menentukan logo motto, yang harus dipertimbangkan antara lain : harus memiliki arati (dalam arti positif), harus menarik perhatian dan harus mudah diingat.
2.      Menciptakan merek. Merek atau tanda produk supaya dikenal oleh konsumen mengenai sesuatu (barang/jasa) yang ditawarkan. Penciptaan merek harus mempertimbangkan :
a.       Mudah diingat
b.      Terkesan hebat dan modern
c.       Memilikli arti (dalam arti positif)
d.      Menarik perhatian
3.      Menciptakan kemasan. Kemasan atau bungkus produk harus memenuhi beberpa persyaratan :
a.       Kualitas kemasan tidak mudah rusak
b.      Bentuk dan atau ukuran, termasuk desain, harus menarik.
c.       Warna yang menarik, dan sebagainya.
4.      Keputusan label. Label adalah suatu yang dilekatkan pada produk yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan. Didalam label, harus mencantumkan : siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, cara menggunakan, waktu produksi dan kadaluarsa, serta informasi lainnya.

1.17.2     STRATEGI HARGA
Harga merupakan sejumlah nilai (dalam mata uang) yang harus dibayar oleh konsumen untuk membeli atau menikmati barang atau jasa yang ditawarkan. Penentuan strategi haraga sangat penting untuk diperhatikan mengingat harga produk merupakan salah satu penyebab laku atau tidaknya  produk atau jasa yang ditawarkan. Strategi harga yang salah akan berakibat fatal terhadap produk tersebut di pasar. Harga yang akan ditetapkan harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan atau pengusaha. Adapun tujuan penentuan strategi harga secara umum menurut Kasmir (2006) adalah sebagai berikut :
1.      Untuk bertahan hidup. Penetapan harga produk dibuat semurah mungkin, tujuannya supaya produk dan atau jasa laku dipasaran. Dengan haraga yang murah, tetapi masih ada margin laba, dibanding harga pesaing dekat, biasanya produk akan dapat bertahan hidup.
2.      Umtuk memaksimalkan laba. Keputusan strategi harga bertujuan agar penjualan meningkat, sehingga laba menjadi maksimal. Penetapan harga produk dapat tinggi atau dengan harga relatif murah.
3.      Untuk memperbesar market share. Tujuan strategi penetapan harga adalah untuk memperluasa atau mempebesar jumlah pelanggan. Penetapan harga yang relatif murah diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan pelanggan perusahaan pesaing terdekat beralih ke produk yang kita tawarkan.
4.      Mutu produk. Untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi atau lebih tinggi dari kualitas para pesaing dekat.  Umumnya harga ditetapkan setinggi mungkin karaena ada tanggapan bhawa produk yang ditawarkan berkualitas, sehingga produk yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk pesaing masih dinilai wajar.
5.      Karena pesaing. Strategi keputusan haraga produk dilakukan setelah melihat harga dari para pesaing, bertujuan agar harga yang ditawarkan lebih kompetitif dibanding harga yang ditawarkan pesaing terdekat. Artinya, dapat melebihi atau lebih  rendah dibanding harga produk yang sama dari pesaing terdekat.
Modifikasi harga/diskriminasi harga dapat dilakukan melalui :
1.      Menurut pelanggan. Harga dibedakan berdasarkan pelanggan utama (primer) dan atau pelanggan kedua (sekunder). Pelanggan utama adalah pelanggan yang loyal dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
2.      Menurut bentuk produk. Harga ditetapkan berdasarkan bentuk/ukuran/kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh suatu produk.
3.      Menurut tempat. Harga yang ditetapkan berdasarkan negara, lokasi, atau wilayah produk atau jasa tersebut ditawarkan. Hal ini dilakukan karena setiap wilayah atau daerah memiliki daya beli dan kondisi persaingan tersendiri.
4.      Menurut waktu. Harga produk ditetapkan berdasarakan periode atau masa tertentu. Harga penginapan, hotel, tiket pesawat udara lebih mahal pada waktu liburan atau hari Sabtu dan Minggu atau bulan-bulan sesuai musim.

1.17.3     STRATEGI TEMPAT ATAU DISTRIBUSI
Di atas sudah dibahas bahwa masalah distribusi produk sangat menentukan. Bagaimana strategi perusahaan dalam mendistribusikan produknya, mulai dari pabrik atau produsen sampai di tangan konsumen atau pembeli. Distribusi adalah cara pengusaha menyalurkan produknya mulai dari produsen sampai ke tangan konsumen akhir. Dalam strategi ini yang  perlu dipertimbangkan adalah berapa jalur atau rantai distribusi yang diperlukan dalam penyaluran produk. Semakin pendek jalur yang dilalui suatu produk maka akan semakin efisien dan efektif (tepat sasaran dan tepat waktu).
Strategi yang tepat dalam menetapkan saluran distribusi produk memiliki beberapa fungsi, menurut Kasmir (2006), yakni :
1.      Fungsi transaksi. Fungsi penyaluran produk, mencakup bagaimana pengusaha menghubungi dan mengkomunikasikan produknya ke calon pelanggan.
2.      Fungsi logistik. Fungsi yang meliputi pengangkutan dan penyortiran produk, termasuk tempat menyimpan, memelihara, dan melindungi produk.
3.      Fungsi fasilitas. Mencakup fungsi penelitian dan pembiayaan. Penelitian produk yakni mengumpulkan informasi tentang jumlah penyalur atau agen dan pelanggan lainnya, sedangkan pembiayaan adalah memastikan bahwa para penyalur atau agen memiliki uang jaminan yang cukup untuk memudahkan aliran produk melalui saluran distribusi sampai ke konsumen akhir dengan selamat, tepat waktu, dan tepat jumlah.
Dalam strategi saluran distribusi terhadap beberapa tujuan yang hendak dicapai pengusaha. Strategi disribusi yang tepat akan memberi manfaat sebagi berikut :
1.      Melayani konsumen secara tepat
2.      Menjaga mutu produk agar tetap stabil
3.      Menghemat biaya
4.      Menghindari para pesaing terdekat.

1.17.4     STRATEGI PROMOSI
Setiap pengusaha berusaha mempromosikan produk dan atau jasa yang dimilikinya. Tanpa promosi, pelanggan tidak akan mengenal produk atau jasa yang ditawarkan.
Ada empat macam sarana promosi yang dapat digunakan pengusaha dalam mempromosikan produk maupun jasanya. Empat macam sarana promosi itu adalah :
1.      Periklanan (advertising). Iklan dapat dipasang diberbagi media, seperti :
a.       Pemasangan billboard dan spanduk/umbul-umbul di jalan, tempat atau lokasi yang strategis.
b.      Pencetakan brosur yang ditempel/disebarkan di setiap pusat pembelanjaan atau tempat yang strategis.
c.       Pemasangan iklan melalui media cetak seperti koran, majalah, tabloid, buku, dan sebagainya.
d.      Pemasangan iklan melalui media elektronik, seperti internet, radio, televisi, film, dan sebagainya.
2.      Promosi penjualan (sales promotion), bertujuan untuk meningkatkan penjualan atau peningkatan jumlah pelanggan. Promosi dilakukan untuk menarik pelanggan agar membeli produk atau jasa yang ditawarkan, maka promosi harus dibuat semenarik mungkin.
3.      Publisitas (publicity), kegiatan untuk memancing pelanggan melalui kegiatan, seperti pameran, bakti sosial, dan berbagai kegiatan lain. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pamor perusahaan di mata konsumen.
4.      Penjualan pribadi (personal selling). Penjualan produk dilakukan secara langsung oleh salesman dan atau salesgirl secara door to door, dari pintu ke pintu.

1.18          PENGAWASAN PROGRAM PEMASARAN
Bagaimana mengukur  kinerja perusahaan dan monitor kinerja perencanaan? Apakah tahapan-tahapan yang harus digunakan untuk menjamin bahwa tujuan pemasaran akan tercapai? Satu kunci sukses perencanaan strategis adalah apresiasi di pasar.
Dalam proses indentifikasi pasar, menurut Hisrich (2005) perlu dilakukan analisis data melalui area berikut :
(1)   Karakteristik pasar :
a.       Ukuran pasar dan tingkat pertumbuhan.
b.      Tingkat pengembangan.
c.       Tingkat siklus hidup produk dan tingkat kejenuhan.
d.      Karakteristik perilaku konsumen.
e.       Faktor-faktor sosial dan budaya.
f.       Lingkungan fisik.
(2)   Institusi marketing :
a.       Sistem distribusi .
b.      Media komunikasi.
c.       Pelayanan marketing (riset dan iklan)
(3)   Kondisi persaingan dan praktik :
a.       Ukuran persaingan dan praktik.
b.      Pengembangan teknikal.

DAFTAR PUSTAKA

Sunarya, PO Abas. dkk. 2011. Kewirausahaan.Yogyakarta: Andi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar