TUGAS
MATA
KULIAH AGAMA KRISTEN

Universitas
PGRI Adi Buana Surabaya
JUDUL
BUKU : KASIH YANG MEMBELAH JIWA
PENULIS
: MARRY JONATHAN
Nama : Desi Nur Damaiyanti
Prodi : Akuntansi / 2014
No.Reg : 14-160-0113
BAB
1
-BERMULANYA
PELAYANAN –
AKU. Disini adalah bu Marry Jonathan .
Pelayananku bermula
dari sebuah mimpi. Pada tahun 2000, dalam mimpi, aku melihat TUHAN melayang di
udara duduk bersilang kaki . JubahNya
melambai-lambai ditiup angin . senyumNya khas menusuk sampai ke lubuk hatiku.
Tubuhku terasa dingin dan segar karena senyumNya itu.
“TUHAN
, apakah itu Engkau ?” , tanyaku .
“Ya,
anak-Ku.”
“Aku
mau ikut .” , pintaku.
“Belum
waktunya .”
“Pokoknya
aku mau ikut sebentar. Bawa aku sekarang. TUHAN. Tolong, bawa aku bersamaMu , sebentar
saja. “
Aku
terus memohon sehingga TUHAN mengambil tangan kiriku dan membawaku terbang
berputar-putar berkeliling udara. Dalam genggaman TUHAN, aku merasa bagaikan
anak kecil. Tak lama, aku dicampakkan ke bawah. Aku terhempas di sebuah desa
kecil dan kembali menjadi tua.
“TUHAN,
ini dimana?”
“Pulau
Bintan.”
“Bagaimana
aku pulang?”
“Kamu
pasti bisa pulang.”
“Lalu,untuk
apa aku disini?
“Berkerja
anakKu, Bekerja.. bekerja.”
Kemudian
TUHAN meninggalkanku yang sedang kebingungan. Disitu, kulihat ada orang dengan
kereta lembu. Ku hampiri mereka dan bertanya, “Bagimana caranya pulang ke
Malaysia ?” , tiga orang itu hanya
menggeleng. Seorang dari mereka
menunjukkan arah ke pusat pulau Bintan.
Sekejap
aku terbangun. Masih bingung , tapi merasakan sukacita luar biasa. Hingga
berhari-hari aku masih merasakan kebahagiaan dalam genggaman TUHAN. Sepanjang hari, aku terus mencari peta
Malaysia. Kucari dimana letak Pulau Bintan. Bahkan aku menggunakan kaca
pembesar untuk menemukannya. Fikirku pulau itu terlalu kecil. Jadi aku terus
mencari lagi. Kucari lagi.. ku cari lagi. Tidak ketemu.
Aku
mulai ragu. Hati kecilku mulai berkata, itu semua hanya mimpi dan mengapa harus difikirkan.
Namun,
sebaliknya ada suara lain yang berkata , “Bekerja anak-Ku, bekerja...” suara
TUHAN.
Suara
itu terus terngiang di telingaku dan
menjadi beban berat di dadaku.
Aku
mulai protes kepada TUHAN, “TUHAN !!! Kerja apa sih yang bisa kulakukan
untukMu? Aku tidak bisa menyanyi. Tidak sekolah Alkitab, yang aku tahu hanya
berdagang.”
Sejak hari itu , tanpa henti aku memikirkan apa
yang bisa ku kerjakan untuk TUHAN. Mulailah aku membersihkan WC gereja tiap hari minggunya. Namun suara itu
terdengar semakin jelas dan nyaring.
Aku
mulai bekerja untuk TUHAN dengan caraku sendiri. Sambil berdagang , aku terus
menceritakan YESUS kepada setiap pembeli. “Akulah
jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau
tidak melalui aku.” Yohanes 14:6 .
Firman TUHAN itu
kubawa kemana-mana dan ku ceritakan kepada semua orang. Tidak ada seorangpun
percaya kepadaku. Malah banyak pelangganku mengancam memberitahu pada semua
orang agar tidak membeli barang dariku lagi. Aku menjawab, “Aku tidak takut.
Hidup matiku dadn makan atau tidak, semua sudah kuserahkan pada-NYA.
Ancaman
mereka terbukti benar. Setelah mengumpulkan orang dan mengadakan kebaktian
ditepi hutan, pelangganku tidak ada yang membeli barangku lagi. Tapi aku masih
datang ke tempat itu dan berdoa untuk tempat itu. Akhirnya TUHAN membuka jalan.
Salah satu pelangganku sakit parah. Aku dan suamiku datang menumpangkan tangan
kepadanya dan ia sembuh.
Tak
lama setelah itu, pelangganku kembali semua. Dan aku terus menceritakan YESUS
kepada semua orang. Tiap orang yang mendengar nama YESUS pasti segera pergi. Aku heran, mengapa orang-orang ini alergi
mendengar nama YESUS ?
Maka aku membuat
perjanjian dengan TUHAN sesuai dengan firman-NYA pada Yohanes 15:16 yang berbunyi
, “ Bukan kamu yang memilih AKU, tetapi
AKUlah yang memilih kamu. Dan AKU telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan
menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta pada BAPA
dalam nama-KU diberikan-NYA kepadamu.”
Siapapun yang
dipilih TUHAN aku meminta tanda.
Siapapun yang akan disembuhkan TUHAN akan memberi tanda juga. Berarti
pekerjaanku hanya menunggu komando dan penglihatan dari TUHAN.
Dengan perjanjian ini,
aku slalu mendapat tantangan dan hinaaan dari hamba TUHAN dan anak-anak TUHAN
lain yang mengatakan penglihatan serta mujizat kesembuhan itu berasal dari
setan. Malah aku pernah dipermalukan didepan para remaja waktu doa bersama.
Ketika itu, seusai doa
aku bertanya pada seorang remaja,
“Non, semua
orang disini merasakan urapan,
semua menangis, anehnya kamu tidak. Fikiranmu malah kekantor dan mall.”
“Benar tante. Bagimana
tante tahu? Sampai hari ini saya belum merasakan jamahan TUHAN, baik di gereja atau dimana saja.”
“Aku melihat topi kecil
dikepalamu. Selagi topi itu tidak dibuang, maka kamu tidak pernah nyambung saat
berdoa.” Kataku.
Lantas aku meminta
bantuan pemimpin doa untuk mendoakan remaja ini. Tapi aku malah di tengking. Ia
begitu marah dan mengusir roh-roh penyusupan. Katanya : “ disini tidak ada yang
lebih hebat, aku patahkan roh-roh ketergantungan pada segala penglihatan.”
Namun, meski aku
ditengking sedemikian rupa, aku masih melihat topi kecil itu. Kutanya pada
remaja tadi, mengapa ia melakukan hal
itu kepadaku?
Katanya , “ sudah tujuh
tahun ia menjaga menara doa dan tidak pernah ada penglihatan-penglihatan.”
Sementara aku selalu mendapatkan penglihatan dan itu semua terjadi. Mendengar
hal itu aku kasihan kepadanya. Mungkin hamba TUHAN ini lupa akan firman-NYA, “Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat
dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia membedakan bahasa roh dan
kepada yang lain , Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” 1
Korintus 12:10.
Firman TUHAN ini
menunjukkan bahwa TUHAN memberikan karunia yang berbeda-beda pada semua
anak-Nya. TUHAN memberikan karunia
sesuai dengan tugas masing-masing. Sangat mudah bagi manusia mengasihi TUHAN
waktu menerima berkat dan mujizat. Tapi mempertahankan kasih dan kesetiaan itu
sangat berat, apalagi menghadapi tantangan, aku selalu ke kamar doa dan meminta
kekuatan dari TUHAN. Markus 3:22 , “dan ahli-ahlli taurat yang datang dari
yerusalem berkata : ia kerasukan beelzebul, dan dengan penghulu setan, ia
mengusir setan.”
Dengan memahami firman
TUHAN ini , aku kembali bersemangat. Sebuah ajaran penting : anak-anak TUHAN
seharusnya tidak mudah mengatakan bahwa diri orang tertentu ada kuasa setan.
Kalaupun kita berani mengatakan demikian, maka kita pun harus menyingkirkannya,
sebab ada tertulis dalam 1 Yohanes 4:4 yang
berbunyi , “ kamu berasal dari ALLAH,
anak-anak-KU, dan kamu telah mengalahkan nabi palsu itu, sebab Roh yang ada
dalam kamu lebih besar dari pada roh yang ada dalam dunia ini.”
Kita sesunggguhnya tahu
bahwa Roh Kudus tidak pernah sejalan dengan roh jahat. Dan karena Roh yang ada
dalam diri kita lebih besar, maka kita
mampu mengusir semua roh jahat yang ada disekeliling kita.
Dalam keseharian.
Hampir tengah malam aku berada dalam kamar doa hanya untuk menyembah TUHAN saja.
Hari-hariku lebih banyak berselimutkan puasa. Pernah aku mendoakan seseorang
yang tak kunjung sembuh. Aku senantiasa berada dibawah kaki TUHAN. Aku
bertanya, apa yang harus ku lakukan ? Biasanya TUHAN menjawab, puasa selama 3
hari. Aku haraus taat pada TUHAN meski hidupku lebih banyak bergaul dengan
puasa untuk orang-orang yang tidak ku kenal.
Dalam pelayanan, kami sering
mengahadapi ujian ketaatan. Saat
berdagang, Jonathan, suamiku berdoa, TUHAN sudah 1 minggu kami melayani
orang sakit dan pelepasan terus-menerus. Sekarang kami sudah lelah. Jangan
berikan pelayanan apapun kepada kami hari ini saja. Kami hendak berdagang.
Saat
kami baru saja mulai berdagang, dering handphone, ada panggilan pelayanan,
seorang anak namanya Dorus tengah dirasuki setan. Ku jawab, nanti saja kami
sedang berdagang. Namun suara itu terdengar panik dan setengah putus asa.
Kamipun mengakhiri jualan kami yang singkat pada hari itu. Sesampainya kami
disana, barulah Dorus bisa tenang dan tidak mengamuk lagi.
Suatu hari, aku melihat
seekor binatang iguana menempel di punggung seorang pekerja bangunan asal
Lombok, bernama Asmuni. Tubuh binatang itu berlendir. Kuceritakan hal itu pada
Jonathan agar ia berdoa untuk orang tersebut.
Jonathan berkata : “
aku akan minta tanda dari TUHAN sekali lagi.”
Kujawab : “ kalau ia
besok datang lagi dan mengambil kursi untuk duduk di sebelahku, maka TUHAN
menyerahkan beban itu kepada kita.”
Esoknya, ketika kami
hendak membuka dagangan, ternyata orang itu telah menunggu kami. Lalu mengambil
kursi dan duduk persis disebelah saya. Melihat itu, Jonathan tersenyum. Akupun
memulai percakapan.
“siapa nama Bapak ? “
“Asmuni”
“Bapak mempunyai
penyakit aneh. Jika bapak percaya TUHAN, saya bisa menyembuhkan.”
“saya percaya, Ibu.
Tapi sekarang saya belum punya uang.”
“Yang dari TUHAN itu
gratis,Pak. Tapi kenapa bapak mudah sekali percaya?
“ Saya sudah sakit
selama 12 tahun. Selama itu saya sudah berobat ke puluhan dokter dan dukun.
Sudah membayar mshsl tetapi tidak sembuh juga. Banyak dokter menggunakan alat
canggih namun tidak bisa mengetahui sakit saya. Setiap dokter yang saya jumpai
selalu mengatakan jenis penyakit yanga berbeda-beda. Dan hanya sekali pandang
saja, Ibu sudah mengetahui saya sakit. Berarti Ibu lebih hebat daripada yang
lain.”
“Ohh..begitu, bukan
saya yang hebat dan yang akan menyembuhkan Bapak. Nama-Nya YESUS, dan Bapak
harus menjemput-Nya sendiri untuk minta tolong.”
“saya tidak pernah
mengenalnya Bu. Bagaimana saya bisa menjemputnya?”
Aku menyuruhnya
menunggu kami hingga usai berjualan. Usai berjualan kami mengajarkan Pak Asmuni
untuk menjemput TUHAN dalam hatinya. Ia kelihatan bersemangat dan mengikuti
kami dengan cermat. Kemudian Jonathan berdoa dan meletakan tangan di rambut
bapak itu. Sedangkan aku berada di
belakangnya untuk mengambil binatang itu serta mencampakannya jauh-jauh.
Keesokan harinya aku
sangat terkejut melihat badan bapak Asmuni yang tadi malam gemuk menjadi kurus
dalam semalam, dan wajahnya bersinar penuh sukacita.
“Hai bapak, kenapa jadi
kurus begini ? apa yang terjadi ?”
“Saya memang tidak
pernah gemuk. Selama ini badan saya
hanya bengkak. Setelah lbu pulang, saya batuk-batuk tanpa henti. Padahal saya
tidak sedang batuk. Saya batuk terus-menerus hingga saya muntah, setelah muntah
dari seluruh pori-pori badan saya keluar angin.
Terima kasih Ibu.”
“Sama-sama pak, jangan
lupa berterimakasih pada namanya YESUS. Besok bapak juga harus membawa semua
jimat bapak kemari. Jangan ada satupun
yang tertinggal. Kalau bapak masih menyimpannya, bapak masih bisa diserang
lagi.”
Esoknya pak Asmuni
membawa satu bungkusan besar berisi macam-macam jimat. Saat itu aku berjualan
dengan anak sulungku. Kusuruh pak Asmuni membakar jimat dan aku mengurapinya dengan minyak zaitun.
Jimat-jimat itu meletup ke udara dan bersamaan itu aku melihat gunung kecil
diatas kepalaku seperti hendak jatuh menimpa tubuhku dan tubuh pak Asmuni.
“Riss!! Cepat! Setannya
disini!! ” , teriakku pada si sulung.
Kemudian kita
bersama-sama meneriakkan, “Dalam Nama TUHAN YESUS. Kuhancurkan!!!” Tangan kami terangkat ke atas dan gunung itu
hancur bagaikan pasir.
Sejak hal itu terjadi ,
seusai kerja , aku selalu menceritakan tentang injil Yohanes 14:6. Orang-orang mendengarkan dengan perhatian dan
seksama. Tak ada lagi yang alergi pada nama YESUS. Banyak jiwa mulai
dimenangkan bagi YESUS. Dan aku mulai menyadari, beginilah caranya bekerja
untuk TUHAN.
Pak Asmuni sendiri
selalu menceritakan apa yang dialaminya dari mulut ke mulut. Banyak orang
mencari aku dan suamiku untuk didoakan. Kami melayani TUHAN terus dengan
sukacita.
BAB II
-PULAU BINTAN-
Beberapa
tahun aku mencari letak Pulau Bintan. Akhirnya TUHAN menunjukkannya kepadaku
dengan mengantar seorang hamba TUHAN bernama Ruben Lalang datang ke rumahku.
“Apa Pastor pernah mendengar nama
Pulau Bintan ?” tanyaku
“Malah aku sering kesana.”
“Apakah Pastor bisa mengantar saya
kesana ?
“Boleh, kapanpun Ibu mau pergi, saya
siap mengantar.”
Ku
katakan pada TUHAN, aku siap pergi ke Bintan. Tetapi suamiku tidak
mengizinkanku pergi sendiri. Aku pun berdoa untuk meminta teman yang bisa
menemaniku disana .
Esok
harinya datanglah Betty , seorang pendoa syafaat dari Jakarta. Waktu Betty
datang, aku sempat protes pada TUHAN. Karena Betty wajahnya gak seram dan suaranya lantang. Aku ragu ia bisa menjadi temanku
dalam pelayanan. Namun setelah mengenal Betty, ternyata hanya luarnya yang
tampak seram, hatinya putih bagai mutiara. Dia selalu ada disaat aku perlu dan
ia juga tidak sok menjadi pemimpin meski dia lebih senior. Kami saling menopang
dalam pelayanan dengan penuh sukacita. Aku merasa benar-benar pas bila bersamanya.
Aku
belum tahu apa tujuanku pergi ke pulau Bintan, kemana dan untuk apa. Maka kami
pun berdoa dan berpuasa selama 2 minggu. Dalam doa puasa itu, aku mendapatkan
penglihatan yang sama sebanyak 3 kali. Aku melihat diriku sedang menanam
sobekan Allkitab ditempat yang luas dan sarat dengan rumput ilalang. Kata
Betty, aku harus mematok tempat itu dengan cara mendoakan tempat yang
berhubungan dengan pelayanan.
Maka
rombongan kami berangkat. Aku, Joe menantuku, Betty dan Pendeta Ruben Lalang.
Aku sendiri tidak berani berhenti berdoa sebab Pulau Bintan sangat luas san
kami taidak tahu harus berada disisi mana dari pulau itu. Doaku terus naik
tanpa putus , agar TUHAN sendiri yang menuntun kami kesana.
Akhirnya
kami tiba di Tanjung Uban. Pak Purba, penatua gereja disana membawa kami ke
GKI. Para penatua disana menyambut kami dengan sangat baik, padahal aku hanya
penginjil jalanan yang tidak dikenal.
Ketika
para penatua gereja berkumpul, aku menceritakan tujuanku datang kesana, yakni
mencari padang ilalang. Setelah mendengar penuturanku, mereka mengatakan bahwa
tidak ada tempat seperti yang kumaksud tersebut. Aku terkejut tidak percaya,
karena selama ini penglihatanku terjadi semua dan memiliki fakta. Aku sangat
yakin tempat itu ada, sehingga mereka
mau mengantarku berkeliling kota untuk menemukan tempat itu.
Dalam
perjalan, aku eterus berdoa kian
sungguh-sungguh agar Pak Ayub pemilik mobil yang mengantarkan kami
mengarah pada tempat yang kucari. Selain Pak Ayub, kami juga ditemani oleh Pak
Yance dan Pak Sulistyo., keduanya adalah penatua GKI. Kami bertujuh berputar
mengelilingi kota, hingga tempat itu benar-benar ada.
Dengan
takjub, kami melangkah turun dari mobil. Dengan kesungguhan , kami berdoa bagi
tempat itu. Aku berdoa dan menghamparkan darah YESUS dari satu ujung ke ujung
lainnya. “ Jadilah semua rancngan-Mu, ya TUHAN. Biar kehendak BAPA saja yang
akan terjadi. Amin.”
Sebelum
pulang kami singgah dirumah jemaat yang sudah lama tidak pergi ke gereja dan
berdoa untuk mereka. Kamipun pulang kembali ke Malaysia.
Pada
malam hari, delapan orang dirumahku mendapatkan mimpi yang sama. Ada seorang wanita
berdandan layaknya seorang ratu. Wajahnya berubah-ubah. Cantik...
buruk..cantik...buruk... terus berubah-ubah. Ia datang ketempatku dengan
riibuan rakyat. Ia mengatakan, ia harus pindah kerumahku kareana katanya, “Marry
sudah menghancurkan kerajaan serata tanah.”
Aku
heran, “kok hanya aku? Bukankah kami bertujuh?”
Gadis
kecilku Rhema, menjerit-jerit di tengah malam. “ratu jelek itu menginjak
perutku.” Rhema mengeluh buang air besar
tapi itu tak bisa dilakukannya. Iamnegeluh ingin buang air kecil tapi juga tak
dapat dilakukannya. Kami berdfoa bersama-sama
dan mengusir iblis itu sehingga pergi. Rhema pun dapat tertidur dengan
pulas.
Esoknya
semua orang dirumah mendapatkan mimpi yang sama dan terjadi selama dua minggu. Aku
meminta pdt Daniel dan pdt Liana beserta suaminya untuk datang kerumah. Kami sekeluarga
berkumpul. Kami bernyanyi bersama dan rumahku dipenuhi urapan Roh Kudus.
Aku
sempat bertanya –tanya, mengapa kami bisa diserang, padahal pekerjaanku adalah mengusir
setan. Jawaban pdt Ruben Lalang memberikanku semangat, “saya kan ikut ibu pergi
dan melihat tidak ada yang istimewa ditempat itu. Kalau tidak terjadi serangan
hebat, kita tidak tahu kalau ibu tengah melakukan pekerjaan TUHAN yang dahsyat.
Kali
kedua saya pergi ketempat itu, aku bersaksi di GKI tentang serangan yang kami
hadapi ketika pulang dari sana. Mendengar itu, para penatua GKI berkeliling disekitar
tempat dengan menggunakan motor. Mereka berkeliling kampung disekitar tanah
tersebut. Ternyata di kampung seluas itu, tidak seorang pun mengenal nama
YESUS.
Aku
ingin sekali membeli sedikit dari tanah itu untuk membuat pemancar radio
rohani, tetapi pemilik tanah tidak mau menjual jika hanya sebagian kecil dari
tanah itu. Tanahnya amat luas, namun aku percaya, jika TUHAN menghendakinya,
maka TUHAN sendiri yang akan menentukan kapan waktunya bisa membeli tanah itu
sehingga aku memiliki tempat untuk memuliakan TUHAN.
Dalam
perjalanan pulang diatas kapal, aku duduk berdampingan dengan seorang gadis
cantik, namanya Lisa. Dalam kesempatan itu aku mulai menceritakan YESUS
kepadanya. Dia pendengar yang baik, tapi tidak ada reaksi apapun. Kemudain kutanyakan,
“ Maukah kamu ku doakan?”
Spontan ia bertanya , “ Doa
tentang apa?”
“Ya, kamu maunya apa? Doa berkat jodoh atau keselamatan?”
Katanya
, “Berkat dan Keselamatan.”
Aku
langsung topang tangan dan berdoa. Betapa terkejutnya aku ketika dalam doa, aku
merasa ia memilliki dua suami. Ku tanyakan itu padanya. Dan jawabnya, Iya, yang
satu berada di Singapura dan seorang yang lain di Malaysia, bahkan ia sedang
mencari suami ketiga di Batam, agar mereka setiap bulannya mengirim uang dan ia
tidak perlu bekerja lagi.
Kuletakkan
tanganku di atas kepalanya, kuusir roh najis dalam diriinya. Kulihat ada
bayangan sepereti wayang kulit hitam keluar dari tubuhnya. Aku terus berdoa,
supaya TUHAN yang menjamahnya. Tak lama ia tertidur sambil tersenyum, ketika ku
bangunkan, dia marah, “Ibu ini kenapa sih? Mengganggu orang lagi senang aja.”
“Loh,
apa yang terjadi? “
“Waktu
ibu menopanagkan tangan, tiba-tiba seseorang berjubah putih di depan saya. Ia nampak
agung dan tersenyum kepada saya. Senyum itu memancarkan sesuatu yang masuk
dalam tubuh saya sehingga tubuh saya terasa dingin. Saya merasakan damai dan
tenang sekali. Ya saya tidak tahu apa yang sebenarnya saya rasakan. Tetapi saya
belum pernah merasakan seperti itu sebelumnya. Saya merasa damai. Senang....” ,
ujarnya.
“Nama-Nya
YESUS. Dialah yang kuceritakan tadi. Maukah kamu menerima Dia sebagai TUHAN?”
Lisa mengangguk. Aku memimpinnya berdoa. Menerima
YESUS sebagai TUHANnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar